Viwimoto.com – Sepeda motor masih memegang posisi sebagai moda transportasi utama masyarakat Indonesia dalam mobilitas harian. Namun, tingginya intensitas penggunaan roda dua di jalan raya berbanding lurus dengan risiko kecelakaan lalu lintas. Mayoritas insiden terjadi akibat minimnya kesadaran pengendara dalam mengantisipasi potensi bahaya, seperti kelalaian menjaga jarak aman hingga penurunan fokus saat berkendara.
Menyikapi urgensi tersebut, urgensi edukasi keselamatan berkendara (safety riding) kini tidak hanya menyasar individu, melainkan mulai merambah ke sektor korporasi. Banyak perusahaan kini memandang pelatihan berkendara sebagai langkah preventif krusial untuk melindungi aset paling berharga mereka, yaitu para karyawan.
Pelatihan Khusus Sektor Korporasi di Kuartal I/2026
Selaras dengan misi kampanye #Cari_Aman, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) melalui tim Safety Riding Promotion (SRP) bergerak aktif memperluas jangkauan edukasi. Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, tim SRP WMS sukses memberikan pelatihan intensif kepada lebih dari 2.000 karyawan dari berbagai perusahaan swasta di area Jakarta dan Tangerang.
Program edukasi ini bersifat eksklusif (private) berdasarkan pengajuan langsung dari pihak manajemen perusahaan. Dengan diselenggarakan langsung di lingkungan kerja, para peserta dapat menyerap materi secara lebih fokus, terukur, dan efektif.
Fokus pada Manajemen Risiko di Jalan Raya
Metode pembelajaran yang diterapkan oleh instruktur SRP WMS mengombinasikan pendalaman teori dan uji praktik. Para karyawan dibekali materi fundamental yang meliputi:
-
Teknik dasar mengoperasikan kendaraan secara aman.
-
Standardisasi penggunaan perlengkapan berkendara (Helm SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup).
-
Manajemen Risiko: Kemampuan kognitif pengendara dalam membaca situasi lalu lintas, memprediksi potensi bahaya tersembunyi, serta mengambil keputusan cepat yang aman di berbagai kondisi jalan.
“Melalui semangat #Cari_Aman, kami ingin menanamkan pola pikir bahwa keselamatan di jalan harus menjadi budaya harian. Pengendara tidak hanya dituntut mahir secara teknis, tetapi juga harus cerdas dalam mengantisipasi risiko demi melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lain,” urai Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati.
Menciptakan Budaya Kerja yang Peduli Keselamatan
Tingginya antusiasme dunia usaha dalam memfasilitasi kegiatan ini menandai pergeseran positif pada budaya kerja modern. Aspek keselamatan karyawan kini dipantau secara menyeluruh, mulai dari perjalanan keberangkatan, saat beraktivitas kerja, hingga waktu kembali ke rumah.
Pendekatan personal yang disesuaikan dengan karakteristik operasional masing-masing perusahaan membuat materi safety riding ini lebih aplikatif untuk diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.
“Keselamatan berkendara adalah tanggung jawab kolektif. Kami berharap budaya #Cari_Aman ini dapat berakar kuat di lingkungan kerja. Semakin luas pemahaman masyarakat terkait safety riding, semakin besar peluang kita untuk mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman,” pungkas Agus Sani.
Bagi korporasi, instansi, maupun kelompok masyarakat yang ingin mendaftarkan anggotanya dalam pelatihan mitigasi berkendara ini, informasi dan proses registrasi resmi dapat diakses melalui tautan https://linktr.ee/safetyridingcenterwms.


Leave a Reply