Iklan
Oleh: viwimoto.com | 2 September 2016

Menunggu pagi di dinginnya rawa gede

image

Viwimoto.com – sebetulnya ini kali kedua vw mengunjungi tempat ini,  yang belum baca bisa klik artikelnya di sini : indahnya rawa gede di pagi hari jika di lihat dari judul sebelumnya mungkin ada kemiripan,  sama-sama pagi hari berada di rawa gede, namun sebetulnya beda cerita (pagi harinya) 😀

image

Kali ini vw diajak oleh salah satu kawan dari komunitas motor Yamaha X Ride cileungsi yaitu kang mumu, yang juga mengajak tiga orang temannya.  Kang mumu ngajak vw kesini karena sedikit penasaran dengan rawa gede setelah membaca artikel sebelumnya.  Berhubung tidak ada kegiatan, jadi menyetujui ajakan untuk menginap di rawa gede pada malam minggu 21 agustus kemarin. 

image

Suasana warung pak rt di pagi hari

Berangkat sabtu sore pukul 16.30 wib, tiba di rawa gede pukul 17.50 wib atau pas adzan magrib. Tiba di warung pak Rt,  kondisinya gelap gulita,  sempat kang mumu memberi saran untuk pindah ke warung sebelah yang yang lampu nya menyala,  vw fikir warung pak Rt belum di hidupkan lampunya, jadi tidak usah pindah ke sebelah karena memang warung pak Rt ini yang lumayan nyaman dan ada garasi motor di bawah warungnya. 

image

Parkiran di bawah warung

Setelah satu jam menunggu lampu di nyalakan, namun tak kunjung menyala,  ternyata warung pak Rt belum di pasang listrik dari PLN. Sumber listrik untuk rumahnya hanya mengandalkan kincir pembangkit listrik tenaga air dan kebetulan sekali malam itu rusak.  😦

Jam menunjukan pukul 20.00 wib, kabut dari bukit di seberang rawa gede mulai mendekati teras belakang warung,  hawa dingin mulai terasa walau tidak mengigil.  Si aa anaknya pak Rt pemilik warung (lupa tanya nama) memberikan tikar untuk alas kita tidur,  mulai lah kita berebut posisi rebahan. 

image

Tiba pukul 22.30 wib,  hawa dingin mulai gak karuan berasa nusuk-nusuk bikin merinding,  untung vw dan kang mumu membawa kantung tidur jadi bisa langsung selimutan. Tiga orang lainnya berselimut sarung dan jaket, jadi lumayan tidak bisa nahan dingin.  Tak lama si aa pemilik warung datang kembali dengan membawa selimut tebal, bantal dan menawarkan untuk tidur di kamar tamu yang letaknya pas di bawah teras tempat kita rebahan. Berhubung kita memang sedang mencari suasana lain untuk tidur,  jadi kita putuskan tidur di teras belakang warung saja. 
image

Disaat tidak ada listrik,  malam itu kita hanya di terangi lampu lilin. Hiburan satu-satunya adalah hanya hp,  dengan batrai yang tersisa dapat menonton film dan mendengarkan music hingga tidak terasa tertidur pulas.
image

Terbangun di pagi hari langsung memesan segelas kopi,  waktu yang di tunggu-tunggu adalah menikmati kopi dengan pemandangan seindah itu.  Sambil mengambil gambar di sekitaran rawa dan menghirup segarnya udara pagi.

Selesai makan, saatnya kita pamitan dengan pemilik warung karena pagi itu kita rencananya mau lanjut menuju air terjun ciherang. Nanti diartikel selanjutnya akan vw buat artikel terpisah.

image

Di luar makan dan jajan di warung pak Rt, untuk biaya menginap vw rasa sangat murah, hanya di hargai 50rb untuk lima orang, yang berarti 10rb per orang. Dengan fasilitas tikar, bantal dan selimut tebal vw rasa harga 10rb sangat murah untuk menginap di daerah pegunungan.

Hanya ini penerang di malam hari
image

Embun pagi

image

Naik perahu di pagi hari
image

Lanjut makan pagi

image

Gimana..?
Ada yang mau mencoba?

Iklan

Responses

  1. aku gak diajak 😦

    • Nanti wak, kita sunmori ke sana

  2. Aasiikk

  3. […] Baca artikel menginap di rawa gede: menunggu pagi di dinginnya rawa gede  […]

  4. Kalo malem disitu banyak bintang kliatan gak bro ??
    Salam regards…

    • Klo cerah keliatan bro. Disini minim pen cahayaan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: